Rabu, 06 Mei 2015

 KALIMANTAN
Kalimantan Barat adalah sebuah provinsi di Indonesia yang terletak di Pulau Kalimantan dengan ibu kota Provinsi Kota Pontianak.
Luas wilayah Provinsi Kalimantan Barat adalah 146.807 km² (7,53% luas Indonesia). Merupakan provinsi terluas keempat setelah Papua, Kalimantan Timur dan Kalimantan Tengah.[5]
Daerah Kalimantan Barat termasuk salah satu daerah yang dapat dijuluki provinsi "Seribu Sungai". Julukan ini selaras dengan kondisi geografis yang mempunyai ratusan sungai besar dan kecil yang diantaranya dapat dan sering dilayari. Beberapa sungai besar sampai saat ini masih merupakan urat nadi dan jalur utama untuk angkutan daerah pedalaman, walaupun prasarana jalan darat telah dapat menjangkau sebagian besar kecamatan.
Kalimantan Barat berbatasan darat dengan negara bagian Sarawak, Malaysia.[6] Walaupun sebagian kecil wilayah Kalimantan Barat merupakan perairan laut, akan tetapi Kalimantan Barat memiliki puluhan pulau besar dan kecil (sebagian tidak berpenghuni) yang tersebar sepanjang Selat Karimata dan Laut Natuna yang berbatasan dengan wilayah Provinsi Kepulauan Riau.
Jumlah penduduk di Provinsi Kalimantan Barat menurut sensus tahun 2004 berjumlah 4.073.304 jiwa (1,85% penduduk Indonesia).

Sejarah

Menurut kakawin Nagarakretagama (1365), Kalimantan Barat menjadi taklukan Majapahit[7], bahkan sejak zaman Singhasari yang menamakannya Bakulapura atau Tanjungpura.[8] Wilayah kekuasaan Tanjungpura membentang dari Tanjung Dato sampai Tanjung Sambar. Pulau Kalimantan kuno terbagi menjadi 3 wilayah negara kerajaan induk: Borneo (Brunei), Sukadana (Tanjungpura) dan Banjarmasin. Tanjung Dato adalah perbatasan wilayah mandala Borneo (Brunei) dengan wilayah mandala Sukadana (Tanjungpura), sedangkan Tanjung Sambar batas wilayah mandala Sukadana/Tanjungpura dengan wilayah mandala Banjarmasin (daerah Kotawaringin).[9][10]Daerah aliran Sungai Jelai, di Kotawaringin di bawah kekuasaan Banjarmasin, sedangkan sungai Kendawangan di bawah kekuasaan Sukadana.[11] Perbatasan di pedalaman, perhuluan daerah aliran sungai Pinoh (Lawai) termasuk dalam wilayah Kerajaan Kotawaringin (bawahan Banjarmasin)[12] Menurut Hikayat Banjar (1663), negeri Sambas, Sukadana dan negeri-negeri di Balitang Lawai atau Batang Lawai (nama kuno sungai Kapuas) pernah menjadi taklukan Kerajaan Banjar atau pernah mengirim upeti sejak zaman Hindu, bahkan Raja Panembahan Sambas telah menghantarkan upeti berupa dua biji intan yang berukuran besar yang bernama Si Giwang dan Si Misim.[13][14] Pada tahun 1604 pertama kalinya Belanda berdagang dengan Sukadana.[15]) Sejak 1 Oktober 1609, Kerajaan Panembahan Sambas menjadi daerah protektorat VOC Belanda. Walaupun belakangan negeri Sambas dibawah kekuasaan menantu Raja Panembahan Sambas yang merupakan seorang Pangeran dari Brunei, namun negeri Sambas tetap tidak termasuk dalam mandala negara Brunei. Sesuai perjanjian 20 Oktober 1756 VOC Belanda berjanji akan membantu Sultan Banjar Tamjidullah I untuk menaklukan kembali daerah-daerah yang memisahkan diri diantaranya Sanggau, Sintang dan Lawai (Kabupaten Melawi), sedangkan daerah-daerah lainnya merupakan milik Kesultanan Banten, kecuali Sambas. Menurut akta tanggal 26 Maret 1778 negeri Landak dan Sukadana (sebagian besar Kalbar) diserahkan kepada VOC Belanda oleh Sultan Banten. Inilah wilayah yang mula-mula menjadi milik VOC Belanda selain daerah protektorat Sambas. Pada tahun itu pula Syarif Abdurrahman Alkadrie yang dahulu telah dilantik di Banjarmasin sebagai Pangeran yaitu Pangeran Syarif Abdurrahman Nur Alam direstui oleh VOC Belanda sebagai Sultan Pontianak yang pertama dalam wilayah milik Belanda tersebut.[16] Pada tahun 1789 Sultan Pontianak dibantu Kongsi Lan Fang diperintahkan VOC Belanda untuk menduduki negeri Mempawah dan kemudian menaklukan Sanggau. Pada tanggal 4 Mei 1826 Sultan Adam dari Banjar menyerahkan Jelai, Sintang dan Lawai (Kabupaten Melawi) kepada pemerintahan kolonial Hindia Belanda. Tahun 1846 daerah koloni Belanda di pulau Kalimantan memperoleh pemerintahan khusus sebagai Dependensi Borneo.[17] Pantai barat Borneo terdiri atas asisten residen Sambas dan asisten residen Pontianak. Divisi Sambas meliputi daerah dari Tanjung Dato sampai muara sungai Doeri. Sedangkan divisi Pontianak yang berada di bawah asisten residen Pontianak meliputi distrik Pontianak, Mempawah, Landak, Kubu, Simpang, Sukadana, Matan, Tayan, Meliau, Sanggau, Sekadau, Sintang, Melawi, Sepapoe, Belitang, Silat, Salimbau, Piassa, Jongkong, Boenoet, Malor, Taman, Ketan, dan Poenan [18] Menurut Staatsblad van Nederlandisch Indië tahun 1849, 14 daerah di wilayah ini termasuk dalam wester-afdeeling berdasarkan Bêsluit van den Minister van Staat, Gouverneur-Generaal van Nederlandsch-Indie, pada 27 Agustus 1849, No. 8.[19] Pada 1855, negeri Sambas dimasukan ke dalam wilayah Hindia Belanda menjadi Karesidenan Sambas.
Menurut Hikayat Malaysia, Brunei, dan Singapore wilayah yang tidak bisa dikuasai dari kerajaan Hindu sampai kesultanan Islam di Kalimantan Barat adalah kebanyakan dari Kalimantan Barat seperti Negeri Sambas dan sekitarnya, dan menurut Negara Brunei Darussalam Hikayat Banjar adalah palsu dan bukan dibuat dari kesultanan Banjar sendiri melainkan dari tangan-tangan yang ingin merusak nama Kalimantan Barat dan disebarluaskan keseluruh Indonesia sampai saat ini, karena menurut penelitian para ahli psikolog di dunia Negeri Sambas tidak pernah kalah dan takluk dengan Negara manapun.
Pada zaman pemerintahan Hindia Belanda berdasarkan Keputusan Gubernur Jenderal yang dimuat dalam STB 1938 No. 352, antara lain mengatur dan menetapkan bahwa ibukota wilayah administratif Gouvernement Borneo berkedudukan di Banjarmasin dibagi atas 2 Residentir, salah satu diantaranya adalah Residentie Westerafdeeling Van Borneo dengan ibukota Pontianak yang dipimpin oleh seorang Residen.[20]
Pada tanggal 1 Januari 1957 Kalimantan Barat resmi menjadi provinsi yang berdiri sendiri di Pulau Kalimantan, berdasarkan Undang-undang Nomor 25 tahun 1956 tanggal 7 Desember 1956. Undang-undang tersebut juga menjadi dasar pembentukan dua provinsi lainnya di pulau terbesar di Nusantara itu. Kedua provinsi itu adalah Kalimantan Selatan dan Kalimantan Timur. [21]


SEJARAH KERAJAAN SEKADAU
Nama Sekadau terambil dari sejenis pohon yang banyak tumbuh di muara sungai Sekadau. Penduduk setempat menamakannya Batang Adau. Asal mula penduduk Sekadau adalah pecahan rombongan Dara Nante yang di bawah pimpinan Singa Patih Bardat dan Patih Bangi yang meneruskan perjalanan ke hulu sungai Kapuas. Rombongan Singa Patih Bardat menurunkan suku Kematu, Benawas, Sekadau dan Melawang. Sedangkan rombongan Patih Bangi adalah leluhur suku Dayak Melawang yang menurunkan raja-raja Sekadau.
Mula-mula kerajaan Sekadau terletak di daerah Kematu, lebih kurang 3 kilometer sebelah hilir Rawak. Raja pertama Sekadau adalah Pangeran Engkong yang memiliki tiga putra, yakni Pangeran Agong, Pangeran Kadar dan Pangeran Senarong. Sesudah Pangeran Engkong wafat, kerajaan diteruskan oleh putra keduanya, Pangeran Kadar, karena dinilai lebih bijaksana dari putra-putra yang lain. Karena kecewa, Pangeran Agong kemudian meninggalkan Sekadau menuju daerah Lawang Kuwari. Sedangkan Pangeran Senarong kemudian menurunkan penguasa kerajaan Belitang.
Setelah Pangeran Kadar wafat, pemerintahan dilanjutkan oleh putra mahkota Pangeran Suma. Pangeran Suma pernah dikirim orangtuanya untuk memperdalam pengetahuan agama Islam ke kerajaan Mempawah, karena itu pada masa pemerintahannya agama Islam berkembang pesat di kerajaan Sekadau. Ibukota kerajaan kemudian dipindahkan ke kampung Sungai Bara dan sebuah masjid kerajaan didirikan di sana. Pada masa ini pula Belanda sampai ke kerajaan Sekadau.
Pangeran Suma kemudian digantikan oleh putra mahkota Abang Todong dengan gelar Sultan Anum. Lalu digantikan lagi oleh Abang Ipong bergelar Pangeran Ratu yang bukan keturunan raja namun naik tahta karena putra mahkota berikutnya belum cukup dewasa. Setelah putra mahkota dewasa, ia pun dinobatkan memerintah dengan gelar Sultan Mansur. Kerajaan Sekadau kemudian dialihkan kepada Gusti Mekah dengan gelar Panembahan Gusti Mekah Kesuma Negara karena putra mahkota berikutnya, yakni Abang Usman, belum dewasa. Abang Usman kemudian dibawa ibunya ke Nanga Taman.
Sesudah pemerintahan Panembahan Gusti Mekah Kesuma Negara berakhir, Panembahan Gusti Akhmad Sri Negara dinobatkan naik tahta. Tetapi oleh penjajah Belanda, panembahan beserta keluarganya kemudian diasingkan ke Malang, Jawa Timur, dengan tuduhan telah menghasut para tumenggung untuk melawan Belanda.
Karena peristiwa tersebut, Panembahan Haji Gusti Abdullah kemudian diangkat dengan gelar Pangeran Mangku sebagai wakil panembahan. Ia pun dipersilakan mendiami keraton. Belum lama setelah penobatannya, Pangeran Mangku wafat. Ia kemudian digantikan oleh Panembahan Gusti Akhmad, kemudian Gusti Hamid. Raja Sekadau berikutnya adalah Panembahan Gusti Kelip.
Tahun 1944 Gusti Kelip tewas dibunuh penjajah Jepang. Pihak Jepang kemudian mengangkat Gusti Adnan sebagai pembesar kerajaan Sekadau dengan gelar Pangeran Agung. Ia berasal dari Belitang. Juni 1952, bersama Gusti Kolen dari kerajaan Belitang, Gusti Adnan menyerahkan administrasi kerajaan kepada pemerintah Republik Indonesia di Jakarta.

Resep dan Cara Membuat Kue Ulang Tahun Yang Enak

Cara Membuat Kue Ulang Tahun ( Kue Tart )

Cara Membuat Cake :
  1. Kocok telur, gula pasir, dan emulsifier sampai mengembang.
  2. Tambahkan tepung terigu, cokelat bubuk, susu bubuk, dan baking powder sambil diayak dan diaduk rata.
  3. Masukkan margarin leleh dan cokelat pasta sedikit sedikit sambil diaduk perlahan.
  4. Tuang di loyang diameter 22 cm, tinggi 7 cm yang dioles margarin dan dialas kertas roti.
  5. Oven 35 menit dengan suhu 180 derajat celcius sampai matang.
Cara Membuat Isi :
  1. Panaskan susu cair, setelah itu matikan terlebih dahulu api.
  2. Masukkan potongan cokelat masak pekat.
  3. Aduk sampai cokelat larut.
  4. Tambahkan kacang madu, aduk rata, dinginkan dan kocok rata.
  5. Belah 3 cake lalu ambil selembar cake.
  6. Oles dengan bahan sirup dan Oles dengan bahan isi.
  7. Tutup lagi dengan cake yang lain.
  8. Selanjutnya tutup cake dengan butter cream.
  9. Lalu garis sisinya dengan penggaris segitiga dan dinginkan.
Cara Membuat Toping :
  1. Panaskan susu cair dan madu
  2. Masukkan potongan cokelat masak pekat.
  3. Aduk sampai cokelat larut.
  4. Tuang diatas cake sampai ke sisinya secara tidak rata.
  5. Dinginkan dan hias dengan buah-buahan.

Resep Sop Konro Makasar
Resep sop konro khas makasar memang cukup populer dibeberapa daeraah, termasuk dikota kami juga ada penjual sop konro asli makasar yang lumayan terkenal karena bumbunya sangat terasa sekali. Daging tulang iganya juga lembut, tidak perlu perjuangan keras untuk memisahkan dari tulangnya. Well.. Itulah Indonesia yang kaya akan resep resep masakan tradisional

Resep Sop Konro Makasar
Resep Sop Konro

Sop konro atau bisa juga disebut sop tulang iga dari makasar karena resepnya sama-sama berbahan dasar tulang iga sapi tapi beda bumbu. Nah kalau selama ini kita selalu membeli, selanjutnya bila ada kesempatan atau waktu cukup, ibu-ibu bisa mempraktekan resep n cara membuat sop konro asli makasar ini. Siapa dengan hadirnya resep ini dapat menambah koleksi resep dan variasi menu / masakan dirumah, tapi ingat... jangan terlalu sering soalnya harga tulang iga sapi ini lumayan mahal lho. yang murah meriah : sop ayam sederhana

Bahan2:
  • 1½ kilogram tulang iga sapi ada dagingnya, dipotong-potong
  • 2½ liter air
  • 3 sendok makan minyak goreng

Bumbu-bumbu :
  • 1 batang kayumanis, ± 3 centimeter
  • 3 biji cengkeh
  • 1 rus jari lengkuas, memarkan
  • 4 lembar daun jeruk purut
  • 2 lembar daun salam
  • 4 sendok teh garam
  • 3½ sendok teh gula pasir
  • 1 sendok teh air asam jawa
  • 5 butir bawang merah, iris halus

Bumbu sop konro (haluskan):
  • 13 butir bawang merah
  • 6 siung bawang putih
  • 4 buah keluak, ambil dagingnya, rendam air
  • 4 buah kemiri, sangrai
  • 1½ sendok teh ketumbar
  • 1 centimeter kunyit, dibakar
  • 1 sndok teh merica
  • ¼ sndok teh pala (bubuk)

Pelengkap :
  • Bawang merah goreng, untuk taburan
  • Jeruk nipis
  • Sambal (resep sambal bakso juga bisa)

   Pemandangan alam






6. Land of Seven Colors di Chamarel
Land of Seven Colors di Chamarel
Franz-Marc Frei/Corbis
Permukaan tanah yang menyelimuti selama berabad-abad oleh debu vulkanik yang mengandung mineral oksida dengan beragam warna. Terdapat di Land of Seven Colors di Chamarel, Mauritius

3 cara alami menghilangkan bekas luka di wajah

Berikut ini akan kami sajikan 3 cara alami untuk menghilangkan bekas luka di wajah yang banyak direkomendasikan. Silahkan dicatat dan dikunsultasikan dengan teman lain yang sudah berpengalaman baru kemudian dipraktekkan.

Hilangkan bekas luka dengan air rebusan Biji Kelabat

Biji kelabat disinyalir sangat ampuh terutama sebagai cara menghilangkan bekas luka di wajah secara alami. Kandungan yang berkhasiat pada biji kelabat dapat memudarkan warna kehitaman pada bekas luka anda di wajah secara efektif. Kandungan zat aktif dalam biji kelabat juga secara aman menjaga wajah anda dari munculnya noda hitam yang diakibatkan oleh jerawat. Perawatan harian ini tidaklah sulit untuk dilakukan. Yang perlu anda lakukan adalah dengan merebus 1 liter air dan 1 sendok teh biji kelabat hingga mendidih. Air rebusan biji kelabat ini dapat dimasukkan ke dalam wadah bersih seperti botol atau toples. Oleskan air rebusan tersebut pada bekas luka di wajah anda rutin setiap kali habis mandi. Biarkan kering dan menyatu dengan kulit wajah anda tanpa dibilas. Jika anda bermaksud ingin memakai pelembab di wajah anda, oleskan air rebusan kelabat terlebih dahulu hingga mengering. Kemudian anda barulah bisa mengoleskan pelembab kesayangan anda seperti biasa.

Pasta Tradisional dari Kayu Cendana untuk hilangkan bekas luka

Kayu cendana sudah sangat terkenal sebagai cara menghilangkan bekas luka di wajah dengan cepat. Tidak peduli bekas luka tersebut muncul diakibatkan oleh apa, ramuan alami dengan kayu cendana sebagai bahan utamanya sangatlah patut untuk dicoba. Langkah tradisional yang hebat ini hanya meminta anda untuk mencampurkan bubuk kayu cendana dengan sedikit air mawar yang biasa kita beli di toko produk kecantikan. Aduk kedua bahan hingga tercampur dalam bentuk pasta, lalu aplikasikan pasta tersebut pada wajah anda yang berbekas luka sebagai masker. Diamkan selama kurang lebih 15 menit atau hingga kering sebelum membilasnya dengan air bersih.

Krim Kacang Polong Hitam juga bisa hilangkan bekas luka

Berperan aktif sebagai salah satu cara menghilangkan bekas luka di wajah yang sudah lama maupun masih baru, krim alami yang terbuat dari kacang polong hitam dan kayu cendana sangatlah baik untuk dicoba. Krim ini dibuat dengan mencampurkan bubuk kayu cendana dan kacang polong hitam yang kemudian dibuat krim dengan campuran air mawar atau minyak zaitun. Oleskan secara merata pada bekas luka di wajah anda setiap malam. Biarkan kering semalaman sebelum mencuci wajah anda hingga bersih di pagi harinya.